πŸ”

Kabupaten Rote Ndao

Pemerintahan
πŸ”„ Terakhir diperbarui: 22 Juni 2026 | Data: Tahun 2025–2026

Gambaran Umum

Kabupaten Rote Ndao adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten ini terkenal dengan sebutan "Pulau Sejuta Lontar" dan merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ibukota kabupaten terletak di Ba'a, Kecamatan Lobalain.

Sejarah

Asal-Usul Nama "Rote"

Pulau Rote memiliki banyak nama dalam sejarah. Dalam arsip pemerintahan Hindia Belanda, pulau ini ditulis dengan nama Rotti atau Rottij yang kemudian menjadi Roti. Masyarakat Rote yang mempunyai sembilan dialek sering menyebut pulau ini "Lote", khusus bagi mereka yang tidak bisa menyebut huruf "R". Masyarakat lainnya menyebut "Lolo Deo Do Tenu Hatu" (Pulau yang Gelap), "Nes Do Male" (Pulau yang Layu/Kering), dan "Lino Do Nes" (Pulau yang Sunyi).

Menurut sumber literatur Belanda Land Taal & Volkenkunde Van Nederlands Indie (1854), pada sekitar abad ke-3, kapal-kapal Portugis muncul di timur laut Pulau Rote dan turun ke darat mencari air tawar. Di pantai mereka bertemu seorang nelayan dan bertanya, "Pulau ini bentuknya bagaimana?" Nelayan itu menyangka mereka menanyakan namanya, lalu menjawab, "Rote" (Rote is Mijn Naam). Nahkoda Portugis menyangka bahwa nama pulau itu adalah Rote, dan sejak itu pulau ini disebut Rote.

Dalam dokumen Portugis abad ke-16 dan ke-17 tercantum nama "Rotes" dan "Enda". Dalam peta Belanda awal, pulau ini disebut "Rotthe" yang kemudian dikutip secara salah menjadi "Rotto". Pada awal abad ke-17, sebuah peta menyebut nama pribumi "Noessa Dahena" (Nusa Dahena) dari dialek Rote timur yang berarti "Pulau Manusia". Pada pertengahan abad ke-17, VOC menggunakan nama "Rotti" dengan tiga ejaan: "Rotti", "Rotty", dan "Rotij". Nama "Roti" adalah perubahan bahasa Melayu dari "Rote" β€” perubahan yang menimbulkan permainan kata karena "roti" berarti makanan dalam bahasa Indonesia.

Kabupaten Rote Ndao dimekarkan dari Kabupaten Kupang berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 yang ditetapkan pada 10 April 2002.

Timeline Pemerintahan

Era Koordinator Schap (1968–1979)

Sebelum menjadi kabupaten definitif, wilayah Rote Ndao merupakan bagian dari Kabupaten Kupang. Berdasarkan SK Gubernur NTT No. Pem.66/1/32 tanggal 20 Juli 1963, wilayah Rote Ndao dimekarkan menjadi 4 kecamatan: Rote Timur (Eahun), Rote Tengah (Baa), Rote Barat (Busalangga), dan Rote Selatan (Batutua).

Kemudian dimekarkan lagi menjadi 8 kecamatan untuk memenuhi syarat pembentukan Kabupaten Otonom (minimal 6 kecamatan). Karena situasi keuangan negara tidak memungkinkan, maka dibentuk Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao melalui SK Gubernur No. Pem.66/2/4 tanggal 11 April 1968.

Pejabat Koordinator Schap: | Periode | Pejabat | Jabatan | |---------|---------|---------| | 1968–1974 | D. C. Saudale | Koordinator Schap | | 1974–1977 | Drs. R. Chandra Hasyim | Koordinator Schap |

Era Pembantu Bupati (1979–2001)

Pada 1979, status meningkat menjadi Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao (SK Gubernur No. 25/1979, disahkan Mendagri No. 061.341.63-114/1980).

Periode Pejabat Jabatan
1977–1984 Drs. G. Th. Hermanus Pembantu Bupati
1984–1988 Drs. G. Bait Pembantu Bupati
1988–1994 Drs. R. Izaac Pembantu Bupati
1994–2001 Benyamin Messakh, BA Pembantu Bupati

Era Kabupaten Definitif (2003–sekarang)

Pada tahun 2000, muncul keinginan kuat dari masyarakat Rote Ndao dan tokoh masyarakat dari 19 Nusak untuk meningkatkan status menjadi kabupaten definitif. Usulan ini disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Kupang hingga ke Menteri Dalam Negeri. Pada 10 April 2002, Pemerintah Pusat dan DPR-RI menetapkan UU No. 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao.

Daftar Bupati yang pernah memimpin:

Periode Bupati Wakil Bupati
2003–2008 Christian N. Dillak, SH Bernard E. Pelle, S.IP
2009–2014 Drs. Leonard Haning, MM Drs. Marthen L. Saek
2014–2019 Drs. Leonard Haning, MM Jonas C. Lun, S.Pd
2019–2024 Paulina Haning-Bullu, SE Stefanus M. Saek, SE, M.Si
2025–2029 Paulus Henuk, SH Apremoi D. Dethan

Visi & Misi 2025–2029

"Transformasi Rote Ndao Dalam Bingkai Ita Esa"

Pemekaran Kecamatan

Sejak terbentuk, wilayah Rote Ndao telah mengalami pemekaran dari 8 kecamatan (2002) menjadi 11 kecamatan dengan 112 desa dan 7 kelurahan:

Tahun Jumlah Kecamatan Keterangan
2002 8 Saat pembentukan kabupaten
β€” 11 Setelah pemekaran Loaholu dan lainnya

Data Geografis

Letak astronomis Kabupaten Rote Ndao:

  • Lintang Selatan: 10Β°25' – 11Β°15' LS
  • Bujur Timur: 121Β°49' – 123Β°26' BT

Batas-batas wilayah:

Arah Berbatasan dengan
Utara Laut Sawu
Selatan Samudera Hindia
Barat Laut Sawu
Timur Selat Pukuafu

Luas wilayah: 1.280,10 kmΒ²

Jumlah pulau: 101 pulau (7 pulau berpenghuni, 94 tidak berpenghuni) β€” BPS 2026 Tabel 1.1.1

Iklim: Beriklim kering yang dipengaruhi angin muson. Musim kemarau lebih panjang (7 bulan: Mei–November), musim hujan 5 bulan (Desember–April). Suhu rata-rata 27Β°C, curah hujan rata-rata 114,1 mm, kelembaban 84,4%.

Topografi: Sebagian besar wilayah bergunung dan berbukit (32.625 Ha) dan sebagian terdiri dari dataran rendah (45.250 Ha) dengan kemiringan rata-rata 45Β°. Ketinggian bervariasi dari 0–1.500 mdpl.

Pembagian Administratif

Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 11 kecamatan:

Kecamatan Ibu Kota Luas (kmΒ²) % Wilayah
Rote Barat Daya Batutua 114,57 8,95%
Rote Barat Laut Busalangga 98,53 7,70%
Loaholu Oelaba 73,87 5,77%
Lobalain Ba'a 145,70 11,38%
Rote Tengah Feapopi 162,50 12,69%
Rote Selatan Daleholu 73,38 5,73%
Pantai Baru Olafulihaa 176,18 13,76%
Rote Timur Eahun 110,84 8,66%
Landu Leko Landu Leko 194,06 15,16%
Rote Barat Delha 116,28 9,08%
Ndao Nuse Ndao Nuse 14,19 1,11%

Sebanyak 9 kecamatan terletak di Pulau Rote, 1 kecamatan (Loaholu) di Pulau Usu, dan 1 kecamatan (Ndao Nuse) di gugusan Kepulauan Ndao-Nuse.

Daftar Desa dan Kelurahan per Kecamatan

Sumber: Pemkab Rote Ndao (rotendaokab.go.id)

Lobalain (18 desa + kelurahan)

Sanggaoen, Kolobolon, Bebalain, Suelain, Kuli, Helebeik, Oematamboli, Baadale, Holoama, Tuanatuk, Oelunggu, Oeleka, Lekunik, Loleoen, Kuli Aisele β€” Kelurahan: Mokdale, Namodale, Metina

Rote Barat Daya (19 desa + kelurahan)

Oetefu, Oeseli, Oebou, Oehandi, Lalukoen, Meoain, Oebafok, Oebatu, Batutua, Lekik, Mbokak, Dolasi, Oelasin, Landu, Lentera, Sakubatun, Dalekesa, Sanggandolu, Fuafuni

Rote Barat Laut (12 desa + kelurahan)

Netenaen, Oetutulu, Daudolu, Modosinal, Ingguinak, Temas, Tualima, Hululai, Hundihuk, Saindale, Busalangga Barat, Busalangga Timur β€” Kelurahan: Busalangga

Loaholu (10 desa)

Lidor, Oelua, Tolama, Oebela, Boni, Holulai, Oebole, Tasilo, Balaoli, Mundek

Rote Tengah (8 desa)

Suebela, Nggodimeda, Maubesi, Lidabesi, Lidamanu, Limakoli, Siomeda β€” data desa tidak disebutkan

Rote Selatan (7 desa)

Tebole, Dodaek, Inaoe, Daleholu, Lengguselu, Nggelodae, Pilasue

Pantai Baru (15 desa + kelurahan)

Oeledo, Sonimanu, Oebau, Nusakdale, Keoen, Edalode, Tesabela, Tungganamo, Batulilok, Lenupetu, Fatelilo, Ofalangga, Oenggae, Lekona β€” Kelurahan: Olafulihaa, Londalusi

Rote Timur (11 desa)

Serubeba, Lakamola, Mukekuku, Faifua, Hundihopo, Matasio, Penggodua, Batefalu, Papela, Matanae

Landu Leko (7 desa)

Bolatena, Sotimori, Daiama, Pukuafu, Daurendale, Lifule, Tenalai

Rote Barat (7 desa)

Oenitas, Oelolot, Mbueain, Sedeoen, Nemberala, Bo'a, Oenggaut β€” Kelurahan: Onatali

Ndao Nuse (5 desa)

Nuse, Anarae, Mbiu Lombo, Lendeiki, Ndao Nuse

Demografi

Indikator Data
Jumlah Penduduk (BPS 2025) 155.371 jiwa
Jumlah Penduduk (DUKCAPIL) 154.027 jiwa
Laki-laki 78.172 jiwa
Perempuan 77.199 jiwa
Rasio Jenis Kelamin 101,26
Laju Pertumbuhan Penduduk 1,65%
Kepadatan Penduduk 121 jiwa/kmΒ²

Ekonomi

  • PDRB (2025): Rp 4.335,48 miliar (Harga Berlaku)
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi (2025): 7,96%
  • Sektor utama: Pertanian, Perikanan, dan Jasa

Pemerintahan

  • Bupati (2025–2029): Paulus Henuk, SH
  • Wakil Bupati (2025–2029): Apremoi Dudelusy Dethan
  • Ibu Kota Kabupaten: Ba'a
  • Jumlah ASN (2024): 4.055 orang
  • Anggota DPRD: 25 orang

Pariwisata

Rote Ndao memiliki beragam objek wisata meliputi wisata bahari, alam, budaya, religi, dan sejarah. Destinasi unggulan antara lain Pantai Nemberala, Pantai Bo'a, Telaga Nirwana, Tangga 300 Mando'o, Labirin Pantai Mulut Seribu, Patung Jenderal Soedirman di Pulau Ndana, dan berbagai objek wisata lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan.

Sumber Data

  • BPS Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2026 (Katalog: 1102001.5314, ISBN: 978-602-5953-22-4)
  • Pemkab Rote Ndao (rotendaokab.go.id) β€” Sejarah, daftar desa/kelurahan, data penduduk DUKCAPIL
  • PODES 2025 β€” Data desa tepi laut
↑