Kabupaten Rote Ndao
PemerintahanGambaran Umum
Kabupaten Rote Ndao adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten ini terkenal dengan sebutan "Pulau Sejuta Lontar" dan merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ibukota kabupaten terletak di Ba'a, Kecamatan Lobalain.
Sejarah
Asal-Usul Nama "Rote"
Pulau Rote memiliki banyak nama dalam sejarah. Dalam arsip pemerintahan Hindia Belanda, pulau ini ditulis dengan nama Rotti atau Rottij yang kemudian menjadi Roti. Masyarakat Rote yang mempunyai sembilan dialek sering menyebut pulau ini "Lote", khusus bagi mereka yang tidak bisa menyebut huruf "R". Masyarakat lainnya menyebut "Lolo Deo Do Tenu Hatu" (Pulau yang Gelap), "Nes Do Male" (Pulau yang Layu/Kering), dan "Lino Do Nes" (Pulau yang Sunyi).
Menurut sumber literatur Belanda Land Taal & Volkenkunde Van Nederlands Indie (1854), pada sekitar abad ke-3, kapal-kapal Portugis muncul di timur laut Pulau Rote dan turun ke darat mencari air tawar. Di pantai mereka bertemu seorang nelayan dan bertanya, "Pulau ini bentuknya bagaimana?" Nelayan itu menyangka mereka menanyakan namanya, lalu menjawab, "Rote" (Rote is Mijn Naam). Nahkoda Portugis menyangka bahwa nama pulau itu adalah Rote, dan sejak itu pulau ini disebut Rote.
Dalam dokumen Portugis abad ke-16 dan ke-17 tercantum nama "Rotes" dan "Enda". Dalam peta Belanda awal, pulau ini disebut "Rotthe" yang kemudian dikutip secara salah menjadi "Rotto". Pada awal abad ke-17, sebuah peta menyebut nama pribumi "Noessa Dahena" (Nusa Dahena) dari dialek Rote timur yang berarti "Pulau Manusia". Pada pertengahan abad ke-17, VOC menggunakan nama "Rotti" dengan tiga ejaan: "Rotti", "Rotty", dan "Rotij". Nama "Roti" adalah perubahan bahasa Melayu dari "Rote" β perubahan yang menimbulkan permainan kata karena "roti" berarti makanan dalam bahasa Indonesia.
Kabupaten Rote Ndao dimekarkan dari Kabupaten Kupang berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 yang ditetapkan pada 10 April 2002.
Timeline Pemerintahan
Era Koordinator Schap (1968β1979)
Sebelum menjadi kabupaten definitif, wilayah Rote Ndao merupakan bagian dari Kabupaten Kupang. Berdasarkan SK Gubernur NTT No. Pem.66/1/32 tanggal 20 Juli 1963, wilayah Rote Ndao dimekarkan menjadi 4 kecamatan: Rote Timur (Eahun), Rote Tengah (Baa), Rote Barat (Busalangga), dan Rote Selatan (Batutua).
Kemudian dimekarkan lagi menjadi 8 kecamatan untuk memenuhi syarat pembentukan Kabupaten Otonom (minimal 6 kecamatan). Karena situasi keuangan negara tidak memungkinkan, maka dibentuk Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao melalui SK Gubernur No. Pem.66/2/4 tanggal 11 April 1968.
Pejabat Koordinator Schap: | Periode | Pejabat | Jabatan | |---------|---------|---------| | 1968β1974 | D. C. Saudale | Koordinator Schap | | 1974β1977 | Drs. R. Chandra Hasyim | Koordinator Schap |
Era Pembantu Bupati (1979β2001)
Pada 1979, status meningkat menjadi Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao (SK Gubernur No. 25/1979, disahkan Mendagri No. 061.341.63-114/1980).
| Periode | Pejabat | Jabatan |
|---|---|---|
| 1977β1984 | Drs. G. Th. Hermanus | Pembantu Bupati |
| 1984β1988 | Drs. G. Bait | Pembantu Bupati |
| 1988β1994 | Drs. R. Izaac | Pembantu Bupati |
| 1994β2001 | Benyamin Messakh, BA | Pembantu Bupati |
Era Kabupaten Definitif (2003βsekarang)
Pada tahun 2000, muncul keinginan kuat dari masyarakat Rote Ndao dan tokoh masyarakat dari 19 Nusak untuk meningkatkan status menjadi kabupaten definitif. Usulan ini disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Kupang hingga ke Menteri Dalam Negeri. Pada 10 April 2002, Pemerintah Pusat dan DPR-RI menetapkan UU No. 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao.
Daftar Bupati yang pernah memimpin:
| Periode | Bupati | Wakil Bupati |
|---|---|---|
| 2003β2008 | Christian N. Dillak, SH | Bernard E. Pelle, S.IP |
| 2009β2014 | Drs. Leonard Haning, MM | Drs. Marthen L. Saek |
| 2014β2019 | Drs. Leonard Haning, MM | Jonas C. Lun, S.Pd |
| 2019β2024 | Paulina Haning-Bullu, SE | Stefanus M. Saek, SE, M.Si |
| 2025β2029 | Paulus Henuk, SH | Apremoi D. Dethan |
Visi & Misi 2025β2029
"Transformasi Rote Ndao Dalam Bingkai Ita Esa"
Pemekaran Kecamatan
Sejak terbentuk, wilayah Rote Ndao telah mengalami pemekaran dari 8 kecamatan (2002) menjadi 11 kecamatan dengan 112 desa dan 7 kelurahan:
| Tahun | Jumlah Kecamatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 2002 | 8 | Saat pembentukan kabupaten |
| β | 11 | Setelah pemekaran Loaholu dan lainnya |
Data Geografis
Letak astronomis Kabupaten Rote Ndao:
- Lintang Selatan: 10Β°25' β 11Β°15' LS
- Bujur Timur: 121Β°49' β 123Β°26' BT
Batas-batas wilayah:
| Arah | Berbatasan dengan |
|---|---|
| Utara | Laut Sawu |
| Selatan | Samudera Hindia |
| Barat | Laut Sawu |
| Timur | Selat Pukuafu |
Luas wilayah: 1.280,10 kmΒ²
Jumlah pulau: 101 pulau (7 pulau berpenghuni, 94 tidak berpenghuni) β BPS 2026 Tabel 1.1.1
Iklim: Beriklim kering yang dipengaruhi angin muson. Musim kemarau lebih panjang (7 bulan: MeiβNovember), musim hujan 5 bulan (DesemberβApril). Suhu rata-rata 27Β°C, curah hujan rata-rata 114,1 mm, kelembaban 84,4%.
Topografi: Sebagian besar wilayah bergunung dan berbukit (32.625 Ha) dan sebagian terdiri dari dataran rendah (45.250 Ha) dengan kemiringan rata-rata 45Β°. Ketinggian bervariasi dari 0β1.500 mdpl.
Pembagian Administratif
Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 11 kecamatan:
| Kecamatan | Ibu Kota | Luas (kmΒ²) | % Wilayah |
|---|---|---|---|
| Rote Barat Daya | Batutua | 114,57 | 8,95% |
| Rote Barat Laut | Busalangga | 98,53 | 7,70% |
| Loaholu | Oelaba | 73,87 | 5,77% |
| Lobalain | Ba'a | 145,70 | 11,38% |
| Rote Tengah | Feapopi | 162,50 | 12,69% |
| Rote Selatan | Daleholu | 73,38 | 5,73% |
| Pantai Baru | Olafulihaa | 176,18 | 13,76% |
| Rote Timur | Eahun | 110,84 | 8,66% |
| Landu Leko | Landu Leko | 194,06 | 15,16% |
| Rote Barat | Delha | 116,28 | 9,08% |
| Ndao Nuse | Ndao Nuse | 14,19 | 1,11% |
Sebanyak 9 kecamatan terletak di Pulau Rote, 1 kecamatan (Loaholu) di Pulau Usu, dan 1 kecamatan (Ndao Nuse) di gugusan Kepulauan Ndao-Nuse.
Daftar Desa dan Kelurahan per Kecamatan
Sumber: Pemkab Rote Ndao (rotendaokab.go.id)
Lobalain (18 desa + kelurahan)
Sanggaoen, Kolobolon, Bebalain, Suelain, Kuli, Helebeik, Oematamboli, Baadale, Holoama, Tuanatuk, Oelunggu, Oeleka, Lekunik, Loleoen, Kuli Aisele β Kelurahan: Mokdale, Namodale, Metina
Rote Barat Daya (19 desa + kelurahan)
Oetefu, Oeseli, Oebou, Oehandi, Lalukoen, Meoain, Oebafok, Oebatu, Batutua, Lekik, Mbokak, Dolasi, Oelasin, Landu, Lentera, Sakubatun, Dalekesa, Sanggandolu, Fuafuni
Rote Barat Laut (12 desa + kelurahan)
Netenaen, Oetutulu, Daudolu, Modosinal, Ingguinak, Temas, Tualima, Hululai, Hundihuk, Saindale, Busalangga Barat, Busalangga Timur β Kelurahan: Busalangga
Loaholu (10 desa)
Lidor, Oelua, Tolama, Oebela, Boni, Holulai, Oebole, Tasilo, Balaoli, Mundek
Rote Tengah (8 desa)
Suebela, Nggodimeda, Maubesi, Lidabesi, Lidamanu, Limakoli, Siomeda β data desa tidak disebutkan
Rote Selatan (7 desa)
Tebole, Dodaek, Inaoe, Daleholu, Lengguselu, Nggelodae, Pilasue
Pantai Baru (15 desa + kelurahan)
Oeledo, Sonimanu, Oebau, Nusakdale, Keoen, Edalode, Tesabela, Tungganamo, Batulilok, Lenupetu, Fatelilo, Ofalangga, Oenggae, Lekona β Kelurahan: Olafulihaa, Londalusi
Rote Timur (11 desa)
Serubeba, Lakamola, Mukekuku, Faifua, Hundihopo, Matasio, Penggodua, Batefalu, Papela, Matanae
Landu Leko (7 desa)
Bolatena, Sotimori, Daiama, Pukuafu, Daurendale, Lifule, Tenalai
Rote Barat (7 desa)
Oenitas, Oelolot, Mbueain, Sedeoen, Nemberala, Bo'a, Oenggaut β Kelurahan: Onatali
Ndao Nuse (5 desa)
Nuse, Anarae, Mbiu Lombo, Lendeiki, Ndao Nuse
Demografi
| Indikator | Data |
|---|---|
| Jumlah Penduduk (BPS 2025) | 155.371 jiwa |
| Jumlah Penduduk (DUKCAPIL) | 154.027 jiwa |
| Laki-laki | 78.172 jiwa |
| Perempuan | 77.199 jiwa |
| Rasio Jenis Kelamin | 101,26 |
| Laju Pertumbuhan Penduduk | 1,65% |
| Kepadatan Penduduk | 121 jiwa/kmΒ² |
Ekonomi
- PDRB (2025): Rp 4.335,48 miliar (Harga Berlaku)
- Laju Pertumbuhan Ekonomi (2025): 7,96%
- Sektor utama: Pertanian, Perikanan, dan Jasa
Pemerintahan
- Bupati (2025β2029): Paulus Henuk, SH
- Wakil Bupati (2025β2029): Apremoi Dudelusy Dethan
- Ibu Kota Kabupaten: Ba'a
- Jumlah ASN (2024): 4.055 orang
- Anggota DPRD: 25 orang
Pariwisata
Rote Ndao memiliki beragam objek wisata meliputi wisata bahari, alam, budaya, religi, dan sejarah. Destinasi unggulan antara lain Pantai Nemberala, Pantai Bo'a, Telaga Nirwana, Tangga 300 Mando'o, Labirin Pantai Mulut Seribu, Patung Jenderal Soedirman di Pulau Ndana, dan berbagai objek wisata lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan.
Sumber Data
- BPS Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2026 (Katalog: 1102001.5314, ISBN: 978-602-5953-22-4)
- Pemkab Rote Ndao (rotendaokab.go.id) β Sejarah, daftar desa/kelurahan, data penduduk DUKCAPIL
- PODES 2025 β Data desa tepi laut