Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Rote Ndao 2017–2025

Demografi
🔄 Terakhir diperbarui: 22 Juni 2026 | Data: Tahun 2017-2025

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran komposit yang mencerminkan capaian pembangunan di tiga dimensi dasar: kesehatan (angka harapan hidup), pendidikan (angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah), dan standar hidup layak (pengeluaran per kapita).

BPS menggunakan metode baru penghitungan IPM sejak 2014. Data di bawah menggunakan metode baru yang konsisten untuk tahun 2017–2025.

Tahun IPM Kategori Peningkatan Sumber
2017 60,51 Sedang BPS 2020
2018 61,51 Sedang +1,00 BPS 2020
2019 62,22 Sedang +0,71 BPS 2020
2020 62,39 Sedang +0,17 BPS 2025
2021 62,60 Sedang +0,21 BPS 2026
2022 63,21 Sedang +0,61 BPS 2026
2023 64,00 Sedang +0,79 BPS 2026
2024 66,40 Sedang +2,40 BPS 2026
2025 67,01 Sedang +0,61 BPS 2026

Kategori IPM

  • < 60: Rendah
  • 60 – 69,99: Sedang
  • 70 – 79,99: Tinggi
  • ≥ 80: Sangat Tinggi

Fakta IPM

  • Pertumbuhan 2017–2025: IPM Rote Ndao meningkat 6,50 poin dari 60,51 menjadi 67,01
  • Rata-rata pertumbuhan tahunan: 0,81 poin per tahun
  • Lompatan terbesar: 2023→2024 (+2,40 poin)
  • Kategori: Masih dalam kategori Sedang (60–70), mendekati ambang Tinggi (70)

Catatan Penting

  1. Metode baru: Data di atas menggunakan metode penghitungan IPM yang direvisi BPS tahun 2014. Tidak komparabel dengan IPM metode lama yang diterbitkan sebelum 2014.
  2. Sumber data: Data 2017–2019 dari tabel Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS 2020). Data 2020 dari Statistik Kunci BPS 2025. Data 2021–2025 dari tabel yang sama di BPS 2026.
  3. IPM NTT 2025: Sebagai perbandingan, IPM Provinsi NTT tahun 2025 adalah 69,89 (kategori Sedang). IPM Rote Ndao (67,01) berada sedikit di bawah rata-rata provinsi.
  4. IPM tertinggi di NTT 2025: Kota Kupang (83,65 — Sangat Tinggi)
  5. IPM terendah di NTT 2025: Sabu Raijua (62,74 — Sedang)